"Teman, aku percaya harapan itu hanya akan padam disaat kita sudah tak lagi bernafas..Selama kita masih menghirup oksigen, harapan itu akan tetap menyala meski cahayanya redup.."
Well, itu bener qo. Harapan hanya akan hilang ketika sudah tidak ada lagi orang yang berharap. Dan orang tidak akan berharap ketika mereka sudah meninggal.
Waktu ke ancol kemarin, rencananya gue, sandi dan a'yanto mau naek travel yang jam 7.30, sedangkan kita baru cabut dari ancol sekitar jam setengah 7-an. Gue pikir sih, cukuplah waktu sejam buat melintasi lalu lintas jakarta. Tapi melawai kan jakarta selatan, dan kita sekarang lagi di ancol yang kebetulan adanya di jakarta utara. Woo, paujung-ujung nih. Tapi sopir aki yang nganter *Pak Bunbun* bilang, dia cman butuh waktu setengah jam buat nyampe melawai. Kita tenang-tenang aja dong. Secara yakin gk bakal ketinggalan travel.
Tapi ternyata, waktu masuk tol, jalanan macet dan pak bunbun bilang gini,"Wah, aneh. Baru kali ini di tol macet. Biasanya sih engga."
Wah, kita langsung pada lemes, takutnya gk keburu nyampe travelnya. Disaat harapan mulai redup, tiba-tiba jalanan lancar, dan penyebab kemacetan adalah ada kecelakaan, jadi menghambat laju mobil lain, soalnya sampe kebakar segala tuh mobilnya. Pak Bunbun juga langsung ngebut lagi setelah melirik jam yang sudah memasang angka 6.45.
Setelah harapan kembali membuncah, tiba-tiba kembali redup. Dan penyebabnya lagi-lagi kemacetan di tol. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.15. Dan penyebab kemacetan lagi-lagi karena kecelakaan. Subhaanallah, dua kali kecelakaan yang meredupkan harapan kami.
Pak Bunbun kembali memacu mobilnya, dan tepat jam 7.28 menunjuk salah satu pusat perbelanjaan di melawai,"Disini kan?"
Trus nita bilang, "Bukan pak, di depan lagi yang deket bakmi GM!"
Pak Bunbun agak bingung tapi tetap menjalankan mobilnya sampai dia bilang,"Wah, ini gak boleh belok disini, cuman angkutan umum, jadi harus muter dulu!"
Untung nita bertindak cepat, karena gk ada waktu buat muter dulu, jadi dia memutuskan kita turun di perempatan itu *ditengah jalan dengan lampu merah menghadang* dan lari menuju tempat travel. Kita terlambat..5 menit. Dan untungnya travelnya belum berangkat.
Well, dua kali cahaya harapan kita redup dan dua kali pula ALLAH menunjukkan kuasanya, bahwa manusia tidak boleh berhenti berharap.
Posted by :
Nadia Putri Karisya
at
Monday, June 01, 2009
Categories:
:
iseng
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comment(s):
Post a Comment