Dalam kehidupan sehari-hari yang bergaul dengan banyak orang, tentu ada kalanya kita akan bergesekan dengan orang lain, baik sengaja ataupun tidak. Ingin ataupun tidak, pasti akan ada saat dimana kita akan bersinggungan dengan orang lain. Dan tanpa kita ketahui, ada beberapa pertanyaan yang akan muncul ketika kita bersinggungan dengan orang.
Oke, oke, kalimat pembuka diatas kayak paragraf-paragraf pembuka skripsi yang terlalu formal :D. Yang pengen disharing disini mungkin pertanyaan sederhana yang suka muncul di kepala gue, "Kenapa tetep temenan sama dia? Bukannya kamu udah pernah bilang sebel sama dia, sama tingkahnya yang begini begitu? Qo masih tetep jalan bareng sih?"
Kalo pertanyaan itu diajukan ke gue, mungkin dengan diplomatis akan gue jawab, "Karena yang gue benci sifatnya, bukan orangnya. Jadi selama dia gak mengeluarkan sifatnya yang gue benci, gue sih fine-fine aja temenan sama dia!" Dan kenyataannya memang seperti itu. Ketika gue sebel sama orang, dan besoknya dia baik sama gue, yaa kita temenan lagi. Kalo dia mulai menyebalkan, yaa gue jauhin lagi. :D, bukannya gak bisa nerima apa adanya, tapi daripada sakit hati dan MALAH jadi BENCI sama ORANGNYA, yaa mending dijauhin sementara toh?
Tapi tetep qo gue punya tipe orang yang akan dijauhin, karena sifat yang gue bencinya itu sudah seperti rohnya :D, hohoho. Artinya, dia udah gak bisa ngubah sifatnya itu, karena tertanam dengan sangat rapih di dalam dirinya.
Satu lagi, kenapa gue cuman bisa membenci sifatnya. Soalnya kata ibu, bapak, temen-temen dan guru ngaji gue, "Jangan lihat siapa yang mengatakan, tapi dengar apa yang dikatakan!"
Jadi dengan sok bijaknya gue kutip lagi, "Jangan benci orangnya, cukup benci sifatnya!"
-- Cheers --
Posted by :
Nadia Putri Karisya
at
Monday, June 21, 2010
Categories:
:
iseng
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment(s):
kalau temanannya sdh dekat bgt, biasanya tuh bisa memahami tp menghakimi dan memaafkan tanpa diminta ajah
Post a Comment