Home | Tutorial


Rekam Jejak Notulen Code: Relationships - Part 1


"I don't do relationships!" ujarnya santai seraya menyesap cappucinnonya perlahan.
"Hmmm. Why?"
"Cause I sucked at it!"
"You don't wanna get involved with anybody?"
Dia mengangguk, "I don't feel like I have anything left to give!"
"Hmm?"
"I'm working so hard to keep myself at a distance from everyone else!"
"Hmmm!"
"But I think I'm in love with you!"
"Hmm. Eh. Hah?"
"Would you marry me?"
Saya meneguk ludah, katanya jaga jarak sama orang, kok ngajak nikah kayak ngajak main ke mall.
"Me? Marry you? But you don't..."
"Kamu pengecualian! I don't do relationships, tapi tidak dengan menikah. Saya siap buat menikah!"
"Apa bedanya relationships dengan menikah? Bukankah itu sama-sama terlibat ikatan!"
Dia menaruh cangkirnya perlahan dan menatap saya.
"Menikah itu sah dan halal!" dia lalu tertawa kecil, "If you understand what I mean!"
Saya mengangguk kecil, maksud dia itu adalah tentang, emm, kalian juga pasti mengerti kan?
"Dan menurut saya, menikah itu adalah proses dimana saya bersedia untuk mengalah!"
"Mengalah?"
Dia mengangguk lagi. Dan menurut dugaan saya, dia itu lebih suka mengangguk daripada berkata ya.
"Untuk seseorang yang tidak ingin terlibat hubungan, menikah itu adalah keputusan besar. Resikonya sebanding dengan apa yang didapat!" dia menerawang, "Dan menikah itu berarti dari dua menjadi satu, harus dipaksa melebur kalau tidak mau hancur! Dengan keegoisan saya yang tidak ingin terlibat hubungan, menikah itu adalah langkah besar. Dan saya siap melebur!"
Saya terkesiap mendengarnya.
"But, why me?"
Dia kembali dari terawangannya, menatap saya dan tertawa.
"I don't know. You tell me! Saya gak pernah punya pertanyaan seperti itu, jadi saya tidak pernah tau jawabannya!"
Saya mengernyitkan kening. Mungkin benar apa yang dia bilang, menikah itu resikonya besar dan saya tidak pernah tau apa yang akan menghadang.
"Kamu tau saya seperti apa kan? Saya tidak memaksa, kamu berkata tidak pun saya akan hargai dan terima!"
"I asked you once again, why me?" saya memaksanya menjawab pertanyaan itu.
Dia menatap saya lama, entah mencari jawaban atau sekedar meyakinkan dirinya bahwa dia baru saja mengajak menikah wanita di hadapannya ini.
"Karena, emmm, gimana ya saya bilang agar terdengar romantis!" dia tersenyum gagah, "Mungkin tanpa kamu sadari, bagian kosong di saya ini perlahan terisi dengan interaksi kecil yang terjadi setiap hari diantara kita! Mungkin itu jawaban saya!"
"Kamu tidak mencintai saya kan?" saya tertawa sendiri mendengar pertanyaan bodoh yang baru saja saya ajukan.
Dia menggeleng lalu mengerling kecil, "I dare you, even you don't understand what love mean!"
Glek, saya menelan ludah lagi.
"Ketika kamu bisa menerima kelebihan dan kekurangan orang, saya rasa cinta sudah tidak bisa mengambil kendali lagi!"

diposkan di ngerumpi.com 30 Januari 2012

Artikel yang berhubungan



Posted by : Nadia Putri Karisya at Tuesday, January 22, 2013
Categories: :

 

0 comment(s):

Post a Comment

 
 


Rekam Jejak Notulen Code

gajah mati meninggalkan gadingnya, programmer mati meninggalkan codenya

Designed by © indrockz