Harusnya, kita malu kalau ngomongin pekerjaan orang yang gak bener dan ngomongin orang yang gak bener kerjanya.
Harusnya, kita malu kalau ngomongin kejelekan orang dengan berapi-api.
Harusnya, kita malu kalau menilai orang melakukan kesalahan dan kita mentertawakannya.
Kenapa? Karena ada kemungkinan kita pun seperti itu. Kemungkinannya besar loh. Istilahnya, kita terlalu sibuk melihat semut di seberang, sementara gajah disini, dilirik juga engga. Makanya kenapa kita harus malu kalau kalau seperti itu, hehe.
Katanya sih kenapa kita gak boleh ngomongin kejelekkan orang, karena belum tentu kita lebih baik daripada orang itu. Mungkin di satu sifat dia gak terlalu baik dibanding kita, tapi di sifat lain? Siapa tau aja dia lebih unggul daripada kita pada semua sifat kecuali sifat yang itu. See? See?
Atau mungkin bisa saja kejadiannya gini, kita sebel sama sifat seseorang tanpa kita sadari kita memiliki sifat itu. Jadi sebenarnya kita membenci diri sendiri karena kita pun memiliki sifat seperti itu. See? See?
Dan kalau berbicara begini pun, tidak saya pungkiri beberapa kali saya terpancing dan terjerumus untuk ngomongin ketidakbagusan orang. Entah sifatnya, entah cara kerjanya entah apapun. Apalagi kalau mendapatkan teman yang sama. Mungkin dia juga sebel sama orang atau gara-gara orang itu dia jadi sebel. Biasanya betah nih mengobrol berjam-jam ngomongin kejelekan. Itulah sebabnya infotainment laku keras loh. Karena yang seperti itu biasanya dikemas dalam bentuk yang menarik dan indah untuk dikupas. Walaupun dalamnya busuk. Ah, dem, saya baru saja ngomongin kejelekkan infotainment. Tuh kan, keliatan, gampang banget terpancing kalau ngomongin kejelekkan. *melipir*
Dan yang lebih lucu sih, kalau lagi sadar, biasanya saya hanya jadi pendengar keluh kesah saja. Nah, orang emosi tuh kan kalo ngomong suka gak pake mikir ya kadang-kadang, jadi yang menurut saya biasa saja tampak begitu luar biasa buat mereka. Itu menurut pandangan dan pengalaman saya loh. Saya juga sering merasa begitu, biasa banget deh masalahnya, cuman lagi gak mood dan lagi emosi, jadi kesannya luar biasa. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, biasa banget deh ceritanya. Nah, makanya kenapa film yang ceritanya biasa itu harus ada emosi didalamnya, biar nendang ceritanya. Tapi jangan ditendang balik ya, ntar tivinya rusak.
Ada kutipan bagus nih, jleb banget dan bisa jadi bahan pegangan buat berbenah diri :
Great minds talk about ideas, average minds talk about events, and small minds talk about people." - Eleanor Roosevelt

0 comment(s):
Post a Comment