Home | Tutorial


Rekam Jejak Notulen Code: Anak dan Alasan Bekerja..


Suatu pagi, teman saya memasang status facebook tentang percakapan dia dan anaknya. Isinya kurang lebih seperti ini :

"Bunda mau kerja ya?""Iya sayang, buat beli mainan kaka!""Jangan kerja bunda temenin kaka aja, mainan kaka udah banyak, kaka gak mau mainan lagi, kaka cuman mau main sama bunda"
Terbayang perasaan teman saya saat percakapan itu terjadi. Ucapan sang anak yang tidak meminta mainan, tapi cukup kehadiran bundanya saja untuk menemaninya bermain.
Yang menarik, kebanyakan dari kita (wanita) memberi pengertian kepada anak alasan kita bekerja adalah agar bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan buat dia. Awalnya sang anak pasti senang, "Yeay, dapet mainan euy!" Tapi, disisi lain kadang-kadang sensitivitas mereka terasah dan ujung-ujungnya berkata seperti yang anak teman saya katakan. Mereka tidak mau lagi mainan dari kita, tapi yang mereka butuhkan adalah kehadiran kita untuk menemani mereka bermain.
Hal menarik yang saya soroti, ada satu komen yang cukup menggugah untuk saya kritisi. Seorang teman saya yang lain berkata :
Coba bilangnya jangan buat untuk mainan anak, tapi ini untuk memenuhi tugas/kontrak kerja kita, berarti kita harus memenuhi jadwal kerja dan jam kerja. Karena kalau tidak ditetapi kita salah. Jangan selalu dibawa ke arah materi, biar pemikiran si anak lebih terbuka.
Menarik kan, biasanya kita selalu bilang, untuk beli susu kaka, untuk beli mainan kaka, untuk nambah uang jajan kaka. Mungkin memang benar itu kenyataannya. Tapi mungkin beberapa di antara kita juga terpaksa bekerja untuk memenuhi kontrak kerja (misal PNS). Mau gak mau kita harus bekerja kan, bukan karena sekedar untuk memenuhi kebutuhan materi saja. Walaupun mungkin di awal, memang seperti itulah yang terjadi. Kebanyakan wanita bekerja adalah untuk membantu dapur ngebul atau hal tersier lainnya.
Mari kita telusuri jawaban yang lebih edukatif untuk sang anak, agar dia tidak berpikir bahwa orang tua bekerja hanya sekedar "Biar dapat uang banyak". Karena untuk anak kecil belum waktunya bagi mereka berpikir materi seperti itu. Jangan terbiasa memanjakan anak dengan materi dan pemikiran tentang materi. Karena untuk seumuran mereka, bukan hal tersebut yang dibutuhkan.
Misal, anda (orang tuanya) adalah wirausaha. Bisa kita jawab bahwa kita bekerja untuk membantu orang lain (membuka lapangan kerja buat orang lain). Dengan membantu orang lain, kita juga akan sama-sama terbantu. Karena salah satu kewajiban manusia di dunia adalah saling membantu sesamanya. Atau, bila anda adalah PNS, ya mungkin jawabannya karena anda terikat kontrak kerja dan harus menetapinya. Karena itu kewajiban anda.
Mungkin dengan jawaban-jawaban mencerdaskan dan tidak berorientasi dengan materi, setidaknya kita bisa mendidik anak kita agar tidak menilai bahwa uang itu adalah segalanya. Dan mudah-mudahan juga bisa meminimalisir korupsi, karena kewajiban mereka bekerja itu untuk ibadah, bukan semata-mata uang.


diposkan di ngerumpi.com 20 Februari 2012

Artikel yang berhubungan



Posted by : Nadia Putri Karisya at Tuesday, January 29, 2013
Categories: :

 

1 comment(s):

Anonymous said...

aah Rafiq klo di tanya bapak mana? | kerja | buat apa kerja? | cari uang | uangnya buat apa? | (naah ini yg belum jelas, kadang buat beli rumah,emas, investasi, buat sekolah yang biasanya di tambahin sama Rafiq sekolahin abang :D.

Post a Comment

 
 


Rekam Jejak Notulen Code

gajah mati meninggalkan gadingnya, programmer mati meninggalkan codenya

Designed by © indrockz